Assalamualaikum, blog ini adalah tempatnya yang punya blog ngomong ga karuan dan ngoceh ga penting tentang kesehariannya, keluarganya, dan lingkungannya yang mungkin ga penting buat diketahui oleh para pembaca tapi dirasa cukup penting untuk dibagikan kepada para pembaca sekalian oleh saya si Didik Cumi alias Rinaldi Tri Martono si orang yang punya blog ini.... yah, namanya juga iseng mas, masa cuma orang penting aja yang punya blog. Saya juga pengen punya... oke lah, selamat membaca dan jangan lupa kasih komen ato ngoceh di tempat ngoceh ya, awas lho kalo nggak. Wassalamualaikum...

19 Agustus 2011

Tentang Kualitas Film Bajakan

What??? Film bajakan???? Puasa-puasa gini malah ngomongin film bajakan... (^-^) hehehe... ok ok, kalo gitu ini gw khususkan bagi sodare-sodare nyang di daerahnye susah nonton di bioskop, atawa ngedapetin keping VCD/DVD ori nye... sepakat???? baguuusss.... tapi kalo nyang laen juga mau baca ya gapapa juga sih.... komputer komputer situ, serah situ deh.... :)

ok deh, kita mulai yak.... ni sebenernya gw cuma mau posting tentang kualitas film-film bajakan yang banyak diupload di internet maupun dijual di toko-toko VCD/DVD bajakan terdekat. Bukan berarti gw nyaranin situ buat download atawa ngebeli tu VCD/DVD bajakan, tapi lebih kepada ilmu, atawa pengetahuan tentang istilah-istilah yang digunain disitu. Jadi ini dikhususkan lagi buat yang pada belum tau. Jangan ampe ketipu kalo mo download ato mo beli. OK?

Kita mulai dari yang kualitasnya paling ancur ya.....

1. CAM
Kaya gw bilang tadi, ini kualitas yang terburuk. sumbernya berasal dari kamera perekam yang dibawa masuk ke bioskop (emang boleh ya?). Kualitasnya? mmm.... jangan ditanya deh.... jadi gw gak perlu jawab (yeah!). Yah sebenernya kualitasnya tergantung selihai apa orang yang merekam, dan juga kualitas kamera perekamnya. Tapi, umumnya kualitas gambarnya buram, suaranya pun gak kalah buram. Sukur-sukur kalo yang ngerekam dapet kursi cukup dekat dengan sumber audio nya. Kalo jauh, udah, parah beudh dah.... belum lagi ada suara penonton di dekat si perekam yang ikut kerekam. hahaha.... apalagi kalo kameranya goyang-goyang, ato tiba-tiba gelap (mungkin ditutup karena takut ketauan petugas yang tiba-tiba masuk XD), dan yang paling bikin empet adalah kalo tiba-tiba ada bayangan orang lewat ato kepala orang yang ikut kerekam. -_____-"
video = xxxxo ; audio = xxxxo

2. TS (Telesync)
Kualitas TS sebenernya gak jauh beda ama CAM, karena sumber videonya masih dari kamera, namun dengan proses editing, sehingga bagian-bagian "yang tidak diinginkan" bisa sedikit diminimalisir. Namun biasanya tetep aja ada bagian yang nunjukin itu hasil CAM yang diedit. kualitas audionya udah cukup oke, karena di TS ini, si perekam mungkin menggunakan line audio khusus yang biasanya diperuntukkan bagi orang-orang yang kurang pendengarannya di bioskop.
video = xxxoo ; audio = xxooo

3. TC (Telecine)
Adalah proses perekaman video menggunakan alat untuk menyalin film dari projector ke format digital atau biasa disebut alat Telecine. Untuk kualitas audio dan videonya lumayan baik. Karena dicopy dari sumber aslinya. Biasanya film ini masih memiliki time counter di atas dan bawah layarnya.
video = xxooo ; audio = xxooo

4. WP (Workprint)
Ini kualitas film yang merupakan prototype atau belum jadi. biasanya di film berjenis ini belum dimasukin efek-efek komputer atau juga belum sempurna, masih ada index marker, atau mungkin juga masih ada watermark. Biasanya versi ini keluar jika film tersebut adalah film yang udah diharepin banget alias calon box office jadinya orang niat aja gitu nyebarin or mendistribusikan versi setengah matang biar orang ngga mati penasaran.
video = xxxoo ; audio = xxooo

5. SCR (Screener)
Kalo kualitas ini sebenernya udah oke, karena ini merupakan video pre-release sebuah film buat promosi yang biasanya tersedia di rental-rental VCD/DVD. Kuaitas ini biasanya direkam dari kaset VHS. Ciri utamanya adalah ditengah-tengah film suka ada teks berjalan (ticker) yang berisi kata-kata yang bersifat promosi atau informasi tentang film tersebut. Terkadang cuma tampil beberapa detik tapi ada juga yang tampil sepanjang film. Cukup menggangu bagi para penikmat film apalagi kalo tulisan yang keluar segede ultraman taro (_ _")
video: xxxoo ; audio = xxooo

6. DVD-SCR (DVD Screener)
Sama halnya sama SCR cuma ini biasanya dalam format DVD. Kalo Ripper-nya jago biasanya tulisannya dapat dihilangkan. Tipe ini biasanya didistribusikan dalam bentuk SVCD (yang biasanya banyak dijualin tukang bajak) atau DivX/XviD. DVDScr memiliki kualitas yg cukup bagus. Baik segi video maupun audio.
video = xxooo ; audio = xxooo

7. VHSRip
Untuk kualitas ini, bisa ditebak kalo ini hasil Rip dari kaset VHS yang udah rilis secara resmi. Udah mulai jarang sekarang, karena media kaset VHS udah mulai ditinggalkan. Tapi secara umum, kualitasnya cukup bagus.
video = xxooo ; audio = xxooo

8. PPV & VOD (Pay Per View & Video on Demand)
Film dengan kualitas ini direkam dengan menggunakan peralatan rekaman digital yang sumbernya diambil dari saluran khusus dimana untuk menontonnya harus berbayar. Biasanya siaran berbayar ini ada di Hotel2 berbintang, klub film, organisasi2 khusus (seminar / workshop), TV kabel, etc... Kualitas? Bagus.
video = xoooo ; audio = xoooo

9. DivX / Xvid
Merupakan film yang disalin dari DVD / VCD aslinya, damun di encode ulang, untuk menghasilkan ukuran yang lebih kecil. Tipe ini sering dijumpai pada dunia underground dan fansub. Contoh film-film anime biasanya tergolong ke dalam jenis ini. Untuk kualitas suara dan gambarnya udah cukup bagus. Gw sendiri menjadi penikmat film-film di genre ini... :)
video = xoooo ; audio = xoooo

10. R5
R5 maksudnya DVD yang dirilis khusus untuk region 5 (area bekas Uni Soviet, India, Africa, North Korea & Mongolia). Perbedaan mendasar R5 dengan versi biasa adalah bahwa versi ini diproduksi dengan transfer langsung telecine / TC tanpa adanya proses pengolahan gambar / rendering / encoding.

Untuk tipe ini, kualitas gambar hampir setara dengan DVDRip, tetapi untuk kualitas suara biasanya agak jelek (cempreng), meskipun ada beberapa yang kualitas suaranya sudah bagus, namun tetap saja masih ada sedikit noise sehingga mengurangi kenyamanan dalam menonton film tersebut. Sourcenya sendiri berasal dari DVD yang telah release terlebih dahulu di Rusia.
video = ooooo ; audio = xxooo

11. DVDRip
Ini merupakan hasil copyan dari DVD yg sudah dirilis secara resmi. Sumber film di copy dari DVD release resminya. Kualitas ini menyamai DVD aslinya dimana biasanya informasi region dan proteksi copy sudah dilumpuhkan oleh si Ripper sehingga DVDRip ini mudah untuk di distribusikan. Tipe ini biasanya didistribusikan dalam bentuk SVCD & DVD (dijualin tukang bajak) atau DivX/XviD. Kualitasnya sangat baik, karena langsung dicopy dari sumber aslinya. Jadi DVDrip bakal ada kalau DVD resminya sudah di rilis.
video = ooooo ; audio = ooooo

12. TVRip
Ini merupakan film yang direkam dari TV menggunakan peralatan recording seperti recorder VHS, Betacam atau DVR. Jadi sumber capturenya dari koneksi coaxial/composite/s-video port. Itu loh kabel merah, kuning, putih yang ada dibelakang TV/VCD/DVD Player. Kalo yang s-video bentuknya kabel tunggal berwarna hitam dimana port-nya banyak pin-nya.

Jenis film-nya sangat variatif. Kulitas bergantung pada stasiun televisi yang menyiarkan, apakah film tersebut disiarkan dalam format high definition atau tidak. Kalau film tersebut disiarkan dengan format high definition, maka kualitasnya akan sangat baik.
video = xoooo ; audio = ooooo

13. HRHD / HD.TVRip
High Resolution High Definition merupakan film yang direkam dari siaran TV High Defenition. Namun ada beberapa kesalahan persepsi tentang terminologi ini. Beberapa menyebutnya Half-Resolution High-Definition. Hal ini karena resolusi HRHD hanya 3/4 tinggi resolusi aslinya dan lebarnya di downsampling ke resolusi 720p. Sehingga secara luas resolusi, gambar HRHD hanya 56.25% dari siaran HD yang biasanya. HR.HDTV biasanya diencoding menjadi resolusi 640x352 (360p) dan 960x528 (540p).
video = ooooo ; audio = ooooo

14. mHD
Mini/micro HD, hampir sama dengan HD, tetapi dengan resolusi yang lebih kecil yaitu 1280×5xx, sehingga ukuran filepun juga lebih kecil dibandingkan HD.

15. BRRip
Resolusi jauh lebih besar yaitu 1920×1080 atau 1280×720 (tergantung filenya). Konsekuensinya, file jadi besar dan memutarnya juga berat, sehingga diperlukan spesifikasi komputer yang tinggi juga. kalau tidak nanti jadi patah-patah. Sama seperti DVDRip, tapi ini merupakan hasil copyan dari Blu-Ray Disc yg sudah dirilis secara resmi. Kualitas copyan dari BlueRay Disk sangat tinggi, sehingga gambarnya pun sangat detail dan jelas. Kualitas ini jauh lebih baik dari DVDRip.
video = OOOOO ; audio = OOOOO

16. Unrated / Extended Version
Unrated version = the version you couldn’t see at theatre.
Maksudnya, adegan atau scene yang ga boleh ditayangin dibioskop bisa kamu liat di dvd, seperti adegan nudity, strong sexual, strong violence, dll. Untuk porno/tidaknya relatif sih. Untuk film2 seperti American Pie ya emang isinya jadi hampir semua porno-pornoan. Tapi untuk film seperti The Hills Have Eyes isinya jadi lebih sadis dari versi bioskop/rated.



Secara Garis Besar Urutan KUALITAS Film Berdasarkan Releasenya adalah sebagai berikut. Meskipun Tidak Mutlak Sprti Ini :

CAM --> TS --> TC --> DVDScr --> R5 --> DVDRip --> mHD --> BRRip



Dikutip dari berbagai sumber.

Tidak ada komentar: